Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat mengambil keputusan untuk melewatkan terdakwa Ina Yuniarti, perekam video ancaman terhadap Presiden Joko Widodo. Video yang dikenal bersama dengan ‘penggal kepala Jokowi’ itu sempat viral.

“Mengadili, membuktikan terdakwa Ina Yuniarti tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah laksanakan tindak pidana sebagaimana di dalam dakwaan,” kata Ketua Majelis Hakim Tuty Haryati saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (14/10).

Dalam putusannya, Majelis Hakim termasuk berharap supaya Ina langsung dibebaskan dan dikeluarkan berasal dari tahanan sesudah putusan selanjutnya dibacakan.

Ina dibebaskan berdasarkan pertimbangan yang membuktikan terdakwa cuma merekam gambar dan tidak mengenal laki-laki di dalam video yang mengatakan bakal memenggal kepala Jokowi.

Hal itu tidak sesuai bersama dengan pasal yang didakwakan oleh jaksa penuntut umum terhadap terdakwa.

“Bahwa terdakwa cuma ingin berikan tahu teman-temannya terkecuali terdakwa sudah ada di Bawaslu bahwa terdakwa cuma asal membagikan dan tidak memilah-milah foto, video,” jelasnya.

“Majelis hakim berkesimpulan tidak sependapat bersama dengan tuntutan jaksa penuntut umum bersama dengan penerapan pasal yang didakwakan,” tambahnya.

Setelah putusan dibacakan oleh Majelis Hakim, isak tangis Ina tidak terbendung. Secara refleks, terdakwa langsung laksanakan sujud syukur dan menangis di depan meja pengadilan, sembari Majelis Hakim meninggalkan ruangan.

Ketika menghampiri awak media, Ina pun berterima kasih dan bersyukur sebab menurutnya hukum tetap ada dan bisa ditegakkan di PN Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Ina Yuniarti, sudah dituntut 3,5 th. penjara. Jaksa menilai Ina terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana informasi transaksi elektronik (ITE) sebagaimana di dakwaan di dalam dakwaan tunggal, yakni melanggar Pasal 27 ayat (4) jo Pasal 45 ayat (4) UU ITE.

Diketahui video ancaman terhadap Jokowi viral. Dalam video itu terdapat Ina, R dan HS saat turut demonstrasi di Gedung Bawaslu, Jumat (10/5) lalu. Ina merupakan orang yang merekam video tersebut, saat HS orang yang mengatakan bakal memenggal kepala Jokowi.

Ina kemudian ditangkap di kediamannya di Bekasi, Jawa Barat. Adapun barang bukti yang diamankan adalah satu kartu sinyal pengenal, satu Iphone 5s, satu masker hitam, satu kacamata hitam, satu cincin, satu kerudung biru tua, satu baju putih, dan tas warna kuning.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *