Demonstran dan Polisi Hong Kong Kembali Bentrok Pada Malam Natal

Malam Natal di Hong Kong terhadap Selasa (24/12) diwarnai dengan bentrokan antara demonstran dan polisi. Bahkan baku hantam itu berlangsung hingga ke dalam pusat perbelanjaan.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/12), demonstran garis keras yang mengenakan kaus hitam mendadak turun ke jalan dan menghancurkan sejumlah toko. Polisi lantas menanggapinya dengan mengirimkan bagian unit antihuru-hara.

Polisi lantas menembakkan gas air mata dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa.

Unjuk rasa yang sudah berlangsung sepanjang enam bulan di Hong Kong belum membuktikan gejala bakal berakhir. Meski Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, memastikan mencabut Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang sebelumnya jadi pemicu aksi, namun dia menolak mengabulkan sejumlah tuntutan lainnya yang diajukan para pengunjuk rasa.

Para demonstran mendesak Lam mundur dan meminta jaminan kebebasan berekspresi dan politik, dan juga mendesak ribuan kawan mereka yang ditangkap dan mengusut kekerasan oleh polisi.

Demonstrasi itu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Hong Kong.

Pasukan Filipina Selamatkan 2 Pelaut Asal Indonesia

Pasukan Filipina menyelamatkan dua pelaut Indonesia berinisial SM dan ML yang diculik kelompok Abu Sayyaf terhadap Minggu pagi (22/12). Dua orang ini termsuk di antara tiga pelaut Indonesia yang diculik oleh kelompok Abu Sayyaf terhadap September selanjutnya di perairan Malaysia di dekat ujung selatan Mindanao, Filipina.

Seorang pejabat militer mengungkap bahwa, serangan terhadap markas militan Islam ini menewaskan dua orang yaitu tentara dan militan kelompok tersebut.

Serangan ini berjalan selama 30 menit di pegunungan Panamao di Pulau Selatan Jolo.

“Selama baku tembak, ke dua korban (Indonesia) berhasil melarikan diri dan kami dapat menyelamatkan mereka,” kata Komandan Militer Letnan Jenderal Cirilito Sobejana kepada AFP.

Berdasar keterangan berasal dari Kementerian Luar Negeri RI , SM dan ML dapat menekuni kontrol kesehatan dan selanjutnya dapat segera direpatriasi ke Indonesia.

Sobejana mengatakan bahwa operasi militer masih berjalan untuk menyelamatkan tawanan Indonesia lainnya yang berinisial MF.

“Dia dapat saja melarikan atau masih ditahan oleh kelompok tersebut, menjadi kami dapat laksanakan operasi militer lagi,” katanya.

Operasi penyelamatan ini berjalan sebulan sesudah seorang pria Inggris dan istrinya dibebaskan oleh pasukan Filipina. Mereka sempat diancam dapat dipancung oleh kelompok selanjutnya jika tak diberi uang tebusan.

Sebelumnya, terhadap Mei lalu, pengamat burung Belanda Ewold Horn dibunuh oleh para penculiknya ketika dia mencoba melarikan diri selama operasi penyelamatan. Sebelumnya dia sempat ditahan selama tujuh tahun.

Presiden Jokowi Akan Mengumumkan Pemenang Desain Ibu Kota Baru

Presiden Joko Widodo sudah menentukan salah satu berasal dari lima opsi desain ibu kota baru. Desain ini merupakan hasil sayembara yang diikuti 557 peserta. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menjadi salah satu dewan juri menjelaskan, berasal dari 557 desain yang masuk, tersaring 5 desain. Kelima perancang desain ibu kota baru itu diundang ke Istana pada Jumat (20/12/2019) untuk mempresentasikan hasil karyanya kepada Kepala Negara. Jokowi pun menentukan satu desain yang dinilai paling baik.

“Pilihan presiden aku kira luar biasa. Presiden sudah menganjurkan ke dewan juri sebab pengumumannya harus surat berasal dari dewan juri,” kata Ridwan Kamil usai menyaksikan presentasi lima desain terpilih bersama dengan Jokowi. Menurut Ridwan, wejangan Jokowi akan menjadi pertimbangan bagi dewan juri. Setelah ini, dewan juri akan jalankan rapat untuk menentukan pemenang. “Nanti tanggal 23 diumumkan pemenangnya sesuai bersama dengan wejangan juri dan petunjuk Presiden,” kata dia. Ridwan Kamil yang juga seorang arsitek ini meyakinkan desain pemenang akan amat diterapkan di Ibu Kota baru yang terdapat di lebih dari satu lokasi Penajam Passer Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kendati demikian, akan tersedia ruang pergantian tata letak pada desain yang terpilih nanti seumpama tidak sesuai bersama dengan kondisi di lapangan. Tak menutup kemungkinan juga desain berasal dari pemenang juara pertama akan dikombinasikan bersama dengan desain berasal dari pemenang lainnya.

“Nanti tersedia wejangan penyempuraan, si pemenang kemungkinan 80 prosen perfect, tidak cukup 20 persennya diisi berasal dari juara-juara lain yang kita anggap dapat dimasukkan,” ungkapnya. Sementara berkenaan desain Istana Negara dan bangunan pemerintahan lain, Ridwan menyebut, tidak harus sepenuhnya disayembarakan. Sebab, yang paling penting desain dan inspirasi besar ibu kota negara sudah tersedia. “Kita menyaksikan timing dan kebermanfaatannya, menjadi tidak seluruh harus disayembarakan juga. Lain-lain dapat penunjukkan, dapat (berdasarkan) kredibilitas dan pengalaman,” ujarnya.

Istri Memukuli Suami Yang Terkena Stroke Dipolisikan

Polisi mengunjungi kediaman MF (34), perempuan yang viral dikarenakan menganiaya suaminya berinisial HT (64), penderita stroke. Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, perempuan itu berontak waktu hendak dibawa ke Mapolsek. “Pada waktu itu kita amankan, sang istri berinisial MF itu teriak-teriak, istri histeris lah,” kata Mustakim di kantornya, Rabu (18/12/2019). Bahkan pelaku sampai memukul dan menendang petugas yang berupaya membawanya ke Mapolsek.

“Ngamuk lah pokoknya, kita dipukuli memanfaatkan HP,” ujar Mustakim.

Berdasarkan info keluarga MF, perempuan selanjutnya diduga mengalami masalah kejiwaan. Dugaan itu diperkuat waktu petugas coba menginterogasi MF. Akhirnya, polisi mempunyai MF ke rumah sakit jiwa di Grogol, Jakarta Barat untuk diperiksa. Pihak rumah sakit jiwa membuktikan butuh waktu dua minggu untuk pilih apakah perempuan itu terlalu mengalami masalah kejiwaan.

“Di sana akan ditunaikan observasi selama dua minggu info berasal dari pihak sana. Jadi kita masuknya tanggal 11 (Desember), ya bisa saja nanti menjelang tanggal 24-25 sudah tersedia info berasal dari rumah sakit jiwa,” ujar Mustakim. Adapun masalah itu sudah dilaporkan oleh keluarga korban ke Polsek Metro Penjaringan sesudah video penganiayaan yang direkam sendiri oleh MF viral di media sosial. Jika MF dinyatakan tidak mengalami masalah kejiwaan, maka ia bisa dikenakan pasal 351 mengenai penganiayaan berat bersama ancaman hukuman lebih berasal dari empat tahun penjara.

Negara-negara yang memberlakukan hukuman mati

Isu hukuman mati bagi koruptor lagi menjadi topik obrolan di Indonesia. Pada 2015, Amnesty International mencatat ada 1.600 lebih eksekusi terhadap 2015, terkecuali Cina. Data ini 54 % lebih tinggi dibanding 2014.

Berikut negara-negara yang memberlakukan hukuman mati bagi koruptor atau masalah penyuapan lain, yang diluas Rappler, mengutip laporan Death Penalty Database of the Cornell Center on Death Penalty Worldwide, dikutip 11 Desember 2019.

Cina
Cina berada di 3 negara paling atas yang udah lakukan eksekusi terhadap 2015, bersama Iran dan Pakistan. Namun, eksekusi ini diakui benar-benar rahasia, supaya susah untuk menghitung angka kematiannya. Tahanan dilaporkan tidak berlama-lama di hukuman mati tapi dieksekusi segera atau diberi sementara dua tahun penjara sebelum dieksekusi.

Pemerintah Cina mengeksekusi orang gara-gara kejahatan ekonomi dan politik. Pejabat yang mengambil alih bagian didalam penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, dan penyelundupan obat-obatan yang dikendalikan oleh negara untuk penjualan ilegal juga dihukum mati.

Pada tahun 2011, Cina menjatuhi hukuman mati kepada Xu Maiyong, mantan wakil wali kota Kota Hangzhou, dan Jiang Renjie, wakil walikota Kota Suzhou terhadap 2011. Para pejabat dinyatakan bersalah lakukan suap sebesar US$ 50 juta atau Rp 700 miliar.

Korea Utara
Seperti Cina, Korea Utara juga benar-benar tertutup berkenaan penerapan hukuman mati. Laporan menjelaskan kerahasiaan ini meningkat kala Kim Jong-un mengambil alih alih kepemimpinan negara.

Sulit untuk mengkonfirmasi laporan yang ada gara-gara negara umumnya tidak mengumumkan eksekusi. Media internasional umumnya terkait terhadap sumber-sumber Korea Selatan.

Eksekusi paling kontroversial di Korea Utara sejauh ini adalah eksekusi paman Kim Jong Un, Chang Song-thaek, terhadap 2013. Chang memegang jabatan senior di partai yang berkuasa dan merupakan wakil ketua Komisi Pertahanan Nasional.

Laporan media pemerintah menjelaskan dia dituduh lakukan korupsi, di mana dia memindahkan unit-unit konstruksi ke kontaknya, mengupayakan menggulingkan negara, dan memobilisasi kudeta, di antaranya.

Korea Utara juga dilaporkan membunuh Jenderal Pyon In Son, mantan kepala operasi di Tentara Rakyat Korea. Sumber-sumber Korea Selatan menjelaskan dia dieksekusi terhadap 2015, dua bulan sehabis dia dipecat dari posisinya atas tuduhan korupsi dan kegagalan untuk mengikuti perintah.

Irak
Kematian Ali Hassan al-Majid atau “Ali Kimia” di Irak terhadap 2010 adalah eksekusi paling tenar di Irak. Dia dihukum gara-gara kejahatan terhadap kemanusiaan, juga serangan gas beracun di wilayah Kurdi terhadap tahun 1988.

Pada sementara sanksi PBB terhadap Irak terhadap 1990-an, ia memegang banyak jabatan senior pemerintah dan dilaporkan manfaatkan kekuasaannya untuk penyelundupan dan kesepakatan bisnis. Korupsi terang-terangnya dijadikan sebagai alasan di balik pemecatannya sebagai menteri pertahanan terhadap 1995.

Iran
Tidak ada eksekusi pejabat publik di Iran yang dilaporkan secara luas gara-gara kebijakan kerahasiaannya yang ketat. Tetapi di bawah hukum mereka, pelanggaran seperti pemalsuan, penyelundupan, berspekulasi, atau mengganggu memproses oleh pejabat sanggup dihukum mati.

Meskipun demikian, ribuan orang dikatakan udah dieksekusi di Iran sejak Hassan Rouhani menjadi presiden terhadap 2013, menurut Hak Asasi Manusia Iran.

Thailand
Thailand mengeksekusi pejabat pemerintah, perwakilan demokratis, pejabat pengadilan, atau jaksa penuntut gara-gara menuntut atau menerima suap, meskipun tampaknya, tidak ada yang dieksekusi gara-gara kejahatan semacam itu.

Pada bulan Juli 2015, bagian parlemen mengamandemen UU Anti-Korupsi untuk memperluas hukuman mati kepada pejabat asing dan staf organisasi internasional yang lakukan suap.

Laos
Warga negara, juga pejabat publik, yang mengganggu perdagangan, pertanian, atau aktivitas ekonomi lainnya bersama maksud menyebabkan kerusakan ekonomi negara sanggup dihukum mati.

Vietnam
Penggelapan sanggup dihukum mati di Vietnam, asalkan jumlah yang dikorupsi sebesar 500 juta dong atau lebih (sekitar Rp 300 juta lebih), atau terkecuali korupsinya miliki konsekuensi benar-benar serius. Suap sebesar 300 juta dong atau lebih (Rp 181 juta) juga dikenakan hukuman.

Pejabat yang lakukan perdagangan lintas batas ilegal atas benda-benda berharga tinggi dan kasus-kasus benar-benar serius didalam pembuatan, penyimpanan, pengangkutan, atau pengedaran duit palsu, surat utang negara, atau obligasi juga sanggup dihukum mati.

Myanmar
Di Myanmar, lakukan pelanggaran narkoba bersama mengambil alih keuntungan dari dampak atau kekuasaan seorang pelayan publik sanggup dihukum mati.

Maroko
Moroko memberlakukan hukuman mati untuk korupsi terutama terkecuali hakim atau bagian juri menjatuhkan vonis. Namun, laporan menyatakan bahwa eksekusi paling akhir di Maroko ditunaikan terhadap 1993 silam.

Yang dieksekusi adalah Mohamed Tabet, seorang komisaris polisi utama yang dihukum gara-gara bermacam tuduhan serangan tidak senonoh, kekerasan pemerkosaan, pemerkosaan dan penculikan, dan tindakan dan hasutan untuk lakukan kerusuhan.

Indonesia
Di Indonesia, beberapa tindakan korupsi, yang mempengaruhi keuangan atau ekonomi negara secara besar-besaran, sanggup dihukum mati.

Indonesia melanjutkan eksekusi terhadap tahun 2013, mengakhiri moratorium hukuman mati 5 tahun sejak tahun 2008. Menurut Amnesty International, kurang lebih 130 orang menjadi terpidana mati di Indonesia terhadap tahun 2012.

Di Indonesia hukuman mati bagi koruptor udah diatur didalam UU Nomor 31 Tahun 1999 berkenaan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Pasal 2 ayat 2 Undang-Undang secara eksplisit menjelaskan bahwa hukuman mati sanggup dijatuhkan bagi pelaku tindak pidana korupsi didalam situasi tertentu.

Dalam penjelasan pasal tersebut, disebutkan bahwa yang dimaksudkan situasi khusus adalah andaikan tindak pidana ditunaikan kala negara berada didalam situasi bahaya, berjalan bencana alam, ulangi tindak pidana korupsi, atau negara didalam situasi krisis ekonomi dan moneter.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meyakinkan ketidaksepakatannya terhadap wacana pemberian hukuman mati bagi koruptor atau pelaku kejahatan lainnya, gara-gara hak asasi manusia adalah absolut.

Takumi Minamino dari Red Bull Salzburg di lirik Jurgen Klopp

Liverpool berencana membuat langkah untuk datangkan pemain sayap Red Bull Salzburg, Takumi Minamino pada Januari.

Minamino, yang diyakini memiliki klausul pelepasan £ 7,25 juta, bermain di kedua pertandingan grup Liga Champions timnya melawan The Reds musim ini.

Liverpool meningkatkan pengejaran pemain berusia 24 tahun ini karena minat terhadap penyerang Jepang semakin meningkat.

Minamino telah mencetak sembilan gol dalam 22 penampilan untuk Salzburg musim ini dan memberikan 11 assist.

Salah satu dari dua golnya di Liga Champions terjadi saat Salzburg kalah 4-3 dari penyisihan grup oleh tim Jurgen Klopp di Anfield pada bulan Oktober.

Dalam pengembalian pada hari Selasa, tim Austria kalah 2-0 tetapi Minamino adalah ancaman konstan di babak pertama dan Liverpool ingin melakukan kesepakatan karena mereka percaya dia bernilai lebih dari tiga kali lipat klausul pembebasannya.

Meskipun bermain melawan Liverpool di Liga Champions musim ini, pemain depan itu akan memenuhi syarat untuk bermain bagi para pemegang di kompetisi jika ia bergerak mengikuti perubahan peraturan UEFA tahun lalu.

Jeanine Anez mendeklarasikan diri sebagai presiden sementara

Wakil ketua Senat Bolivia dari kubu oposisi, Jeanine Áñez, sudah mendeklarasikan diri sebagai presiden selagi sehabis mantan presiden Evo Morales memastikan kabur ke Meksiko.

Ia berjanji akan mempunyai perdamaian ke negaranya dan langsung menggelar pemilu baru.

“Sebelum berlangsung kevakuman definitif presiden dan wakil presiden…sebagai ketua Kamar Senator, aku langsung menjabat sebagai presiden sebagaimana tercantum di dalam perintah konstitusi,” kata Áñez yang disambut tepuk tangan meriah para anggota parlemen dari oposisi.

Morales mengecam pengumuman itu seraya menyebut Áñez sebagai “senator sayap kanan yang ingin kudeta”.

Evo Morales sendiri sudah tiba di Mexico City. Ia mengaku meminta suaka karena merasa hidupnya terancam.

Morales mengundurkan diri dari jabatan presiden pada Minggu (10/11) menyusul rangkaian unjuk rasa menentang hasil pemilihan presiden yang dipersengketakan dan sudah berlangsung sebagian pekan.

Pesawat jet Meksiko yang menerbangkannya dari Bolivia sudah mendarat di sebuah bandara di Mexico City. Sesaat sehabis tiba dia mengimbuhkan pengakuan pers singkat.

Morales mengatakan bahwa dirinya dipaksa mundur dan pada akhirnya melakukannya “agar tidak tersedia lagi pertumpahan darah”.

Pemimpin berhaluan kiri itu mengatakan bahwa dirinya dan pemerintahan Bolivia merasa “sangat bersyukur” kepada Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, yang ia anggap sudah menyelamatkan nyawanya.

“Selama aku hidup, aku akan selamanya berpolitik, perjuangan tetap berlanjut. Semua orang di dunia punyai hak untuk membebaskan diri mereka dari diskriminasi dan penghinaan,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard, mengatakan bahwa Morales sudah tiba “dengan selamat” seraya mengunggah cuitan berisi foto pesawat jet yang menerbangkannya.

Morales, seorang mantan petani koka yang pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2006, merupakan pemimpin Bolivia pertama yang berasal dari penduduk adat setempat.

Ia menerima banyak pujian atas upayanya turunkan angka kemiskinan dan meningkatkan perekonomian Bolivia, tapi juga menarik banyak kontroversi kala dirinya menentang batas era jabatan presiden yang diatur undang-undang dengan ikut serta di dalam pemilu Oktober lantas demi menduduki kursi presiden untuk keempat kalinya.

Hasil penghitungan suara pilpres itu pun dikira penuh kecurangan.

Sambil tersenyum dan mengangkat kepalan tangan ke udara, Morales kelihatan santai selagi berlangsung terlihat dari pesawat di bandara internasional Mexico City lebih kurang pukul 11.15 selagi setempat (tengah malam WIB).

Namun perangai Morales yang semringah itu berbanding terbalik dengan beragam ada masalah yang ditempuhnya selagi jalankan penerbangan ke Meksiko dari kota Cochabamba, Bolivia, area ia berlindung.

Pesawat jet kepresidenan Meksiko yang dikirim untuk menjemput Morales awalannya berhenti di Peru untuk jalankan pengisian bahan bakar sembari tunggu perizinan masuk ke lokasi hawa Bolivia.

Setibanya di Bolivia, pihak Peru memberitahu awak pesawat tersebut bahwa – atas “alasan politis” – mereka tidak diizinkan lagi ke Peru untuk jalankan pengisian bahan bakar kembali.

Saat itulah pemerintah Meksiko akhirnya mengeksekusi rencana B, kata menteri luar negeri Meksiko.

“Itu sungguh sukar dan menegangkan, karena tersedia keadaan yang rumit di bandara area Evo Morales menunggu,” kata Ebrard.

Setelah bernegosiasi dengan sebagian negara di kawasan tersebut, pesawat itu diberi izin untuk jalankan pengisian bahan bakar di Paraguay sebelum saat melanjutkan penerbangan ke Meksiko melintasi Brasil dan Peru.

Saat Morales bersiap meninggalkan negaranya untuk mengungsi ke Meksiko, aksi unjuk rasa lagi meletus di jalanan ibu kota administratif Bolivia, La Paz, area para pendukung pemimpin partai sosialis itu bentrok dengan pasukan keamanan.

Komandan militer Bolivia memerintahkan pasukannya untuk membantu polisi, yang mendesak warga untuk selamanya tinggal di rumah di dalam upaya untuk menumpas aksi kekerasan yang terjadi.

Pada Selasa (12/11) kemarin, federasi utama serikat pekerja Bolivia memperingatkan akan jalankan aksi mogok entah hingga kapan, kecuali para pemimpin negara itu tidak memulihkan ketertiban konstitusi dan perdamaian di dalam selagi 24 jam.

Tekanan makin lama membesar sejak kemenangan tipis Morales di dalam pilpres bulan lantas mengantarkannya lagi menjadi presiden Bolivia untuk keempat kalinya.

Hasil pemilu itu dipertanyakan Organisasi Negara-negara Amerika Latin (OAS), sebuah badan regional yang menemukan adanya “manipulasi jelas” dan meminta hasil pilpres itu dibatalkan.

Sebagai tanggapan, Morales setuju untuk menggelar pemilu baru. Namun lawan utamanya, Carlos Mesa – yang mendapat suara tertinggi ke dua di dalam hasil penghitungan suara – mengatakan bahwa harusnya Morales tidak terlibat di dalam pemilu ulang.

Kepala angkatan bersenjata, Jenderal Williams Kaliman, sesudah itu mendesak Morales untuk mundur demi perdamaian dan stabilitas.

Dalam pengumuman pengunduran dirinya, Morales mengatakan bahwa ia menyita langkah itu untuk menghentikan aksi “pelecehan, pengeroyokan dan ancaman” pada teman sesama pemimpin sosialisnya. Ia juga menyebut peristiwa yang menimpanya sebagai sebuah “kudeta”.

Anggota Kelompok Medis Berbasis di AS Tewas di Suriah Timur Laut

Sebuah kelompok bantuan medis yang berbasis di AS dan beroperasi di Suriah timur laut, menjadi sasaran serangan mortir terhadap Minggu (3/11).

Serangan itu diduga ditunaikan oleh milisi Suriah yang didukung Turki, dekat kota Tal Tamr. Peristiwa itu menewaskan seorang pekerja medis dan melukai sedikitnya seorang lainnya.

David Eubank, pendiri Free Burma Rangers (FBR), menjelaskan serangan itu menarget timnya kala mereka berupaya memasuki kota yang bergolak itu.

“Zau Seng berasal berasal dari Burma,” kata Eubank kepada media setempat sehabis serangan itu. Zau adalah tidak benar seorang bagian timnya.

“Dia terkena serpihan peluru di bagian kepala dan punggung. Dia tewas seketika,” kata Eubank. Relawan yang terluka adalah seorang warga Irak, tambahnya.

Serangan itu berlangsung di luar kota Tal Tamr di Suriah timur laut, di mana Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi sudah memerangi para pejuang milisi Suriah yang didukung Turki.

FBR, yang aktif di beberapa zona konflik, sudah terlibat dalam usaha kemanusiaan di Suriah timur laut sejak dimulainya operasi militer Turki di kawasan itu terhadap 9 Oktober.

Unjuk Rasa di Irak kian Semakin Membesar

Ribuan masyarakat Irak memenuhi alun-alun Ibu Kota Baghdad pada Jumat, 1 November 2019. Mereka yang turun ke jalan menuntut seluruh elit politik di Irak turun dari jabatan. Unjuk rasa pada hari itu yang terbesar setelah kejatuhan mantan Presiden Irak, Saddam Hussein.

Dikutip dari reuters.com, gelombang unjuk rasa di penjuru Irak telah menewaskan 250 orang dalam sebulan terakhir dan aksi protes itu dalam beberapa hari terakhir lebih dramatis, dimana semakin banyak massa yang turun ke jalan dari berbagai sekte di Irak dan etnis. Mereka menolak partai – partai politik yang berkuasa di Irak sejak 2003.

Unjuk rasa pada Jumat, 1 November 2019, diikuti oleh ribuan orang yang berkumpul di alun-alun Tahrir, Bagdad. Jumat diidentikkan dengan hari besar umat Islam, dimana semakin banyak orang turun ke jalan setelah solat Jumat.

Sebelumnya pada Kamis malam hingga Jumat pagi, lebih dari 50 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Pada Jumat pagi, ratusan orang melakukan aksi jalan ke alun-alun Tahrir dari berbagai sudut jalan. Mereka mengutuk para elit politik yang dituding amat korup, budak kekuasaan asing dan bertanggung jawab atas privatisasi.

Unjuk rasa di Irak dalam beberapa hari terakhir pada siang hari berjalan damai. Ikut berpartisipasi para lansia dan keluarga muda. Namun menginjak malam, situasi akan berubah menjadi aksi kekerasan karena aparat kepolisian menggunakan gas air mata dan senjata untuk menundukkan kalangan muda Irak yang masih berada di jalan melakukan protes.

Lembaga Amnesti Internasional pada Kamis, 31 Oktober 2019, mengatakan pasukan keamanan Irak menggunakan tabung gas air mata yang dalam unjuk rasa sebelumnya tidak terlihat. Tabung gas air mata itu seperti granat militer yang 10 kali lebih berat dari yang standar. Unjuk rasa yang di alun-alun Tahrir telah membuat arus lalu lintas dialihkan.

Apa hubungan antara kematian Al Baghdadi dengan gadis Kayla Mueller

Amerika Serikat menerjunkan pasukan khusus didalam operasi penyerbuan yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi di Idlib, Suriah, Sabtu (26/10/2019). Operasi itu sendiri dinamakan Kayla Mueller.

Presiden AS Donald Trump didalam konferensi pers, Minggu (27/10) pagi, membuktikan tewasnya Al Baghdadi adalah kabar baik yang dipersembahkan kepada korban kekejaman ISIS, lebih-lebih keluarga Kayla Mueller.

Seperti di informasikan abcNews.go.com, Senin (28/10/2019), Kayla Jean Mueller adalah seorang aktivis hak asasi manusia dan pekerja dukungan kemanusiaan Amerika asal Prescott, Arizona.

Ia ditangkap oleh gerombolan ISIS terhadap Agustus 2013 di Aleppo, Suriah bersama dengan sang pacar yang merupakan fotografer asal Suriah, Omar Alkhani.

Belakangan, Alkhani dibebaskan oleh ISIS, tetapi Kayla senantiasa ditahan untuk dijadikan budak seks. Setelah ditangkap, dia disiksa dan diperkosa oleh Abu Bakar Al Baghdadi.

Perempuan berusia 26 tahun itu selanjutnya meninggal sejak ditahan oleh Al Baghdadi. Keluarga Mueller konsisten mencari paham berkenaan kematian puterinya.

Mereka baru paham nasib Kayla sesudah beroleh Info dari Umm Sayyaf yang menyelamatkan perempuan berikut ke rumahnya.

Umm Sayyaf pas itu menyebutkan Kayla ditahan di sel isolasi, disiksa, dan diperkosa oleh Al Baghdadi.

Orang tua Kayla, Carl Mueller dan Marsha Mueller, sempat mengajukan permohonan untuk mengumpulkan lebih banyak Info berkenaan meninggalnya Kayla, tetapi ditolak.

Kekinian, orangtua Kayla hanya meminta sanggup beroleh jenazah putri mereka untuk dibawa pulang ke AS.

“Satu-satunya target saya adalah membawa pulang Kayla, kembali ke Arizona, daerah ia dilahirkan dan dibesarkan. Jadi itulah yang kami cobalah lakukan,” kata Marsha Mueller kepada ABC News.

Tak hanya sekali, sebelumnya Al Baghdadi juga penah membunuh secara keji jurnalis asal AS, James Foley dan Steven Sotlof, dan juga membunuh pekerja kemanusiaan, Peter Kassig.