Tim penyelidik dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (The National Transportation Safety Board/NTSB) mengatakan pilot helikopter yang mengalami kecelakaan dan menewaskan bintang bola basket Kobe Bryant tampaknya berupaya menaikkan helikopter untuk menghindari lapisan awan, sesaat sebelum menabrak lereng bukit.

Jennifer Homendy dari NTSB, Senin (27/1/2020), mengatakan helikopter itu berada sekitar 700 meter di atas permukaan tanah sebelum jatuh dari ketinggian 300 meter ke kawasan perbukitan, di utara Los Angeles.

Petugas lalulintas udara mengatakan pilot menyampaikan pesan bahwa ia harus naik untuk menghindari awan, dan ini merupakan pesan terakhir yang didengarnya dari helikopter itu.

Homendy mengatakan kawasan di mana terdapat puing-puing helikopter itu “sangat luas.”

“Satu bagian ekor berada di bukit, badan helikopter ada di sisi bukit lainnya dan rotor utama terletak sekitar 91 meter di antara keduanya, ujar Homendy. Dia menambahkan bahwa pihaknya mengkaji semua unsur dalam kecelakaan itu, yaitu pilot, helikopter dan lingkungan.

Aturan federal tidak mengharuskan helikopter membawa kotak hitam yang merekam pembicaraan pilot, sebagaimana yang terdapat di pesawat terbang.

Kobe Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, termasuk di antara sembilan orang yang tewas dalam kecelakaan pada Minggu (26/1/2020). Kecelakaan itu mengejutkan dunia olahraga dunia dan membuat para fans dan sesama pemain basket lainnya tak mampu berkata-kata.

Pilot juga tewas bersama pelatih bola basket Orange Coast Collage, John Altobelli. Helikopter itu sedianya sedang menuju ke turnamen bola basket remaja di mana Gianna dijadwalkan bermain.

Kobe Bryant, yang berusia 41 tahun, akan dikenang sebagai salah seorang pemain bola basket profesional terhebat di lapangan. Ia telah bermain bola basket selama 20 tahun di NBA, hampir sebagian besar bersama Los Angeles Lakers, memenangkan lima kejuaraan NBA dan meraih anugrah Most Valuable Player liga itu pada 2008. Ia juga pencetak angka terbanyak keempat sepanjang masa. LeBron James melewatinya ke nomor tiga sehari sebelum kecelakaan itu.

Sebagian prestasi Kobe Bryant antara lain menjadi pemain termuda NBA All Star 1998, ketika baru berusia 19 tahun. Ia juga meraih 81 point game, atau yang kedua tertinggi sepanjang masa serta medali emas dalam Olimpiade 2008 dan 2012.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *