Menurut Sputnik, Michael Pack dalam sebuah artikel di Jurnal Amerika National Interest, yang merujuk pada sistem rudal “Labbaik” Iran, dimana rudal-rudal tersebut dikontrol otomatis dari tahapan ke tahapan lain menjadi sebuah senjata berbahaya otomatis.

National Interest yang mengutip dari Jane’s Defence Weekly menjelaskan bahwa rudal “Labbaik” persis dengan pengontrol berbahan bakar padat dari keluarga rudal Fateh-110, meskipun empat tingkat segitiga kontrol telah dirubahnya, Untuk rudal keluarga Fateh-110, peralatan ini dipasang di antara mesin dan hulu ledak rudal untuk mengontrolnya. “Rudal-rudal ini tampaknya kompatibel dengan rudal ”Zilzal” yang dahsyat.”

Perkembangan teknologi rudal itu telah menimbulkan kecemasan di antara para ahli militer Israel ketika mereka melihat bahwa Hizbullah, yang dijuluki tentara proksi Iran, memiliki sekitar 150.000 roket di gudang persenjataannya yang ditargetkan kearah Israel.

Ahli pertahanan rudal Israel Ozzy Rubin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Israel Times bahwa tidak ada hal baru yang terjadi, mereka telah melakukannya selama beberapa tahun terakhir. Dan sejauh ini mereka telah menunjukkan peralatan konverter untuk keluarga rudal Fateh-110.

Masalah barunya adalah aerodinamika sayap roket – yang sangat unik yang belum pernah terlihat di negara mana pun hingga saat ini. Hal ini mengandalkan desain asli daripada menyalin sampel serupa dengan mengekspresikan produk sendiri Iran. Tujuan penerapan aerodinamika unik ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manuver rudal yang termodifikasi unik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *