Malam Natal di Hong Kong terhadap Selasa (24/12) diwarnai dengan bentrokan antara demonstran dan polisi. Bahkan baku hantam itu berlangsung hingga ke dalam pusat perbelanjaan.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (25/12), demonstran garis keras yang mengenakan kaus hitam mendadak turun ke jalan dan menghancurkan sejumlah toko. Polisi lantas menanggapinya dengan mengirimkan bagian unit antihuru-hara.

Polisi lantas menembakkan gas air mata dan menangkap sejumlah pengunjuk rasa.

Unjuk rasa yang sudah berlangsung sepanjang enam bulan di Hong Kong belum membuktikan gejala bakal berakhir. Meski Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, memastikan mencabut Rancangan Undang-Undang Ekstradisi yang sebelumnya jadi pemicu aksi, namun dia menolak mengabulkan sejumlah tuntutan lainnya yang diajukan para pengunjuk rasa.

Para demonstran mendesak Lam mundur dan meminta jaminan kebebasan berekspresi dan politik, dan juga mendesak ribuan kawan mereka yang ditangkap dan mengusut kekerasan oleh polisi.

Demonstrasi itu berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Hong Kong.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *