Israel Akan Bangun Pemukiman Baru di Yerusalem Timur

Yerusalem, Berita Dunia – Rezim Zionis Israel dikabarkan membangun 9000 unit pemukiman Yahudi ilegal baru di wilayah otoritas Palestina di Yerusalem Timur.

Kelompok pengawas HAM Peace Now! pada Selasa (18/2) mengatakan bahwa detail rencana ini muncul sehari setelah Kementerian Transportasi Israel menerima proposal untuk memperluas cakupan trayek kereta api dari Tel Aviv ke wilayah kota tua di Yerusalem Timur.

Unit pemukiman baru tersebut akan dibangun di sekitar Bandara Atarot di antara dua lingkungan penduduk Palestina. Proyek ini termasuk menggusur perumahan orang-orang Palestina yang berada di sepanjang lokasi pembangunan.

Peace Now! memperingatkan bahwa pembangunan ini akan memisahkan kedua lingkungan tersebut. Lebih jauh lagi, proyek pembangunan ini akan mencegah bangsa Palestina memiliki negara tersendiri dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya sebagaimana yang menjadi amanat solusi dua negara

Ashraf Sinclair Meninggal, Selebriti Sampaikan Belasungkawa

Berita duka kembali menyelimuti kalangan selebriti tanah air. Suami penyanyi Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair telah meninggal dunia. Pria berusia 40 tahun itu menghembuskan nafas terakhir pada Selasa (18/2) pukul 03.40 WIB.

“Karena serangan jantung. Saat ini jenazah masih di rumah sakit di Jakarta dan akan segera dibawa ke rumah duka. Konfirmasi ini kami dapatkan dari @jodieocto, fotografer keluarga BCL dan Doddy, manajer BCL. Kami ikut berduka cita untuk keluarga besar @bclsinclair,” seperti dikutip dari akun instagram @billboard_ina

Sejumlah selebriti mengucapkan belasungkawa melalui akun Instagram @ashrafainclair, di antaranya Laudya Cynthia Bellaz, Cathy Sharon, Dian Sastrowardoyo, juga Luna Maya.

“Semoga dipermudah semua urusannya, semoga dikuatkan keluarganya. Still can’t believe this is happening,” ucap Dian Satro pada kolom komentar akun instagram milik Ashraf.

Pengadilan China Akan Melegalkan Pembunuhan 20 Ribu Pasien Agar Virus Corona Tidak Menular

Pengadilan tertinggi di China, Mahkamah Agung Rakyat, diharapkan memberikan persetujuan pada hari Jumat untuk melakukan pembunuhan massal pada pasien coronavirus di China sebagai cara yang pasti untuk mengendalikan penyebaran virus mematikan. Demikian laporan laman City News.

China hampir kehilangan pekerja kesehatannya karena Coronavirus setidaknya 20 petugas kesehatan tertular virus tersebut setiap hari.

Pasien coronavirus yang dirawat di rumah sakit hanya memiliki kematian yang tertunda dan menginfeksi banyak orang lain saat menerima perawatan di rumah sakit.

China pun menuai kritik karena melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Banyak pihak mempertanyakan pendekatan China dalam menangani wabah Coronavirus dan diyakini negara itu telah membunuh banyak pasien virus koronaanya.

Negara tersebut menyebutkan dalam sebuah dokumen di pengadilan bahwa negara tersebut dapat kehilangan seluruh warganya jika beberapa pasien yang terkena dampak tidak mengorbankan nyawa mereka untuk menyelamatkan pekerja kesehatan dan satu miliar lainnya karena tidak ada harapan yang terlihat dalam perang melawan virus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perlu $ 1 miliar untuk memerangi coronavirus di luar China.
Negara-negara di seluruh dunia mulai memutuskan hubungan dengan China dan menarik warganya keluar dari wilayah Hubei yang dilanda krisis, tempat virus itu muncul di kota Wuhan.

Israel Cemas Dengan Teknologi Rudal “Labbaik” Iran

Menurut Sputnik, Michael Pack dalam sebuah artikel di Jurnal Amerika National Interest, yang merujuk pada sistem rudal “Labbaik” Iran, dimana rudal-rudal tersebut dikontrol otomatis dari tahapan ke tahapan lain menjadi sebuah senjata berbahaya otomatis.

National Interest yang mengutip dari Jane’s Defence Weekly menjelaskan bahwa rudal “Labbaik” persis dengan pengontrol berbahan bakar padat dari keluarga rudal Fateh-110, meskipun empat tingkat segitiga kontrol telah dirubahnya, Untuk rudal keluarga Fateh-110, peralatan ini dipasang di antara mesin dan hulu ledak rudal untuk mengontrolnya. “Rudal-rudal ini tampaknya kompatibel dengan rudal ”Zilzal” yang dahsyat.”

Perkembangan teknologi rudal itu telah menimbulkan kecemasan di antara para ahli militer Israel ketika mereka melihat bahwa Hizbullah, yang dijuluki tentara proksi Iran, memiliki sekitar 150.000 roket di gudang persenjataannya yang ditargetkan kearah Israel.

Ahli pertahanan rudal Israel Ozzy Rubin mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Israel Times bahwa tidak ada hal baru yang terjadi, mereka telah melakukannya selama beberapa tahun terakhir. Dan sejauh ini mereka telah menunjukkan peralatan konverter untuk keluarga rudal Fateh-110.

Masalah barunya adalah aerodinamika sayap roket – yang sangat unik yang belum pernah terlihat di negara mana pun hingga saat ini. Hal ini mengandalkan desain asli daripada menyalin sampel serupa dengan mengekspresikan produk sendiri Iran. Tujuan penerapan aerodinamika unik ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manuver rudal yang termodifikasi unik.

Berisi Burung Mati, Pabean AS Sita Bagasi Penumpang China

Pihak bea cukai AS mengatakan mereka menyita satu paket unggas mati di bagasi penumpang di bandara Washington Dulles.

Pihak tersebut menambahkan bahwa orang tersebut baru-baru ini melakukan perjalanan dari China ke Amerika Serikat.

Orang itu datang dari Beijing pada akhir Januari dan menuju ke sebuah alamat di Prince George’s County, Maryland, menurut Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CPB) dalam rilis berita pada hari Senin.

Hal itu terjadi sebelum otoritas AS pada awal Februari menerapkan pembatasan perjalanan pada penumpang yang datang dari China untuk mengekang penyebaran virus corona.

Para agen melakukan pemeriksaan terhadap bagasi, yang memiliki “gambar kucing dan anjing yang menurut penumpang adalah makanan kucing,” menurut rilis berita.

Tetapi sebaliknya, petugas bea cukai menemukan bagasi itu sebenarnya berisi sekelompok burung kecil, sekitar 2,5 hingga 3,5 inci panjangnya.

Pihak bea cukai mencatat bahwa burung-burung dari Tiongkok tidak dapat diimpor ke Amerika Serikat karena potensi ancaman mereka mungkin membawa bentuk flu burung, yang telah merusak peternakan unggas Cina dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah foto yang diposting di situs web Customs and Border Protection menunjukkan bahwa orang itu membawa sekitar 50 burung mati.

“Burung-burung mati ini dilarang diimpor ke Amerika Serikat karena burung yang tidak diproses berpotensi menimbulkan ancaman penyakit yang signifikan terhadap industri perunggasan bangsa kita dan lebih mengkhawatirkan bagi warga kita sebagai vektor potensial dari flu burung,” kata Casey Durst, dengan Kantor Lapangan CPB di Baltimore Field Office , dalam sebuah rilis berita.

Spesialis pertanian untuk Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan terus melakukan kewaspadaan luar biasa setiap hari dalam perjuangan mereka untuk melindungi kemakmuran pertanian dan ekonomi bangsa kita dari hama dan penyakit hewan yang invasif.

Pada hari Senin, otoritas Chinse melaporkan kasus pertama flu burung H5N6 di sebuah peternakan unggas di Provinsi Sichuan, yang menewaskan ratusan burung. Beberapa hari sebelumnya, jenis flu burung yang sama ditemukan pada angsa di Xinjiang.

Awal bulan ini, Provinsi Hunan China mengkonfirmasi wabah flu burung H5N1, yang juga menyebabkan ribuan burung mati atau dimusnahkan. Kementerian pertanian negara itu mengatakan pada 2 Februari bahwa 18.000 ayam dimusnahkan di Shaoyang, provinsi Hunan.

Departemen Keamanan Dalam Negeri pada awal Februari mengatakan akan memberlakukan pembatasan untuk semua penerbangan penumpang ke Amerika Serikat yang membawa orang-orang yang baru saja bepergian dari China di tengah ancaman coronavirus, yang diyakini berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei.

WHO Tuding Indonesia Tak Miliki Alat Deteksi Virus Corona, Ini Kata Kemenkes

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menuturkan Indonesia harus melakukan persiapan lebih matang lagi demi menghadapi risiko penyebaran virus corona.

Mereka khawatir Indonesia tidak bisa mendeteksi virus tersebut, padahal negara-negara tetangga sudah melaporkan beberapa orang terjangkit.

Badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu juga khawatir bahwa sampai saat ini belum ada kasus virus corona yang terdeteksi di Indonesia, sementara sampai saat ini total jumlah kasus epidemik itu telah mencapai lebih dari 40 ribu di seluruh dunia, terutama China.

WHO menginginkan pemerintah Indonesia meningkatkan sistem pengawasan, pemantauan, sistem deteksi, dan persiapan lainnya di setiap fasilitas kesehatan yang ditunjuk untuk menangani virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto menepis tudingan bahwa Kemenkes tidak memiliki alat baru pendeteksi virus corona.

Menurutnya Kemenkes telah melakukan double check di pintu-pintu masuk ke Indonesia. Selain menggunakan alat deteksi pan-Corona, Kemenkes juga menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang bisa langsung mendeteksi virus corona.

PCR ini diklaim alat baru yang digunakan Litbangkes untuk mendeteksi keberadaan n-CoV 2019. Tidak seperti pan-Corona yang bisa mendeteksi semua jenis corona virus.

“Kita pakai PCR yang biasa digunakan di Australia dan Singapura, dan sudah sesuai standar WHO, semua penanganan kita sesuai standar WHO,” tegasnya dalam konperensi pers di Kemenkes, Senin (10/2).

Menurutnya, pihaknya selalu berkoordinasi dengan WHO terkait virus corona.

“Tiap hari kita laporan kok (ke WHO), kita kan satu tim dengan mereka jadi kita ga gerak sendiri, semuanya ada koordinasinya,” ujarnya.

Terkait tidak adanya pasien positif corona, Achmad mengatakan masih melakukan pemantauan lebih lanjut.

Ia menegaskan kontak dengan pasien positif corona biasanya terjadi di China, sehingga ketika pulang ke negaranya maka ia menyebarkan virus ke orang-orang terdekat.

“Jadi kalau di Indonesia ternyata belum ada kontak langsung dengan pasien yang positif, tapi kita tetap akan memantau ya, ini kan kita sedang meneliti karena ini virus baru,” katanya.

Kode dan Sandi MQ-4 Triton Dibongkar, Cyber War Iran Vs AS Dimulai

Channel berita Al Mayadeen Lebanon membahas pembongkaran kode serta sandi pesawat tanpa awak canggih Amerika Serikat oleh pihak Iran. Komandan AU Iran menegaskan bahwa MQ-4 Triton sudah menjadi sampah di mata Teheran.

Wafa Saraya presenter khusus studio Al Mayadeen di Teheran mengundang Hassan Ahmadian, Dosen analisis Timur Tengah universitas Teheran dan Melhem Raya dalam acara khusus membahas Iran dan Pemilu Parlemen 2020.

Mungkinkah Iran bisa mengontrol pesawat tanpa awak Amerika dari jarak jauh?

Ahmadian dalam menjawab pertanyaan, melalui pernyataan Komandan AU IRGC tentang MQ-4, apakah Iran unjuk kekuatan?

“Ya. Iran fokus dalam hal yang mampu dikerjakan. Perseteruan panas antara Iran-Amerika, salah satunya dalam bidang teknologi, khususnya teknologi pesawat tanpa awak atau drone. Global Hawk telah tunduk, padahal drone itu adalah salah satu teknologi level tinggi Amerika, bahkan menjadi salah satu dari 4 model drone kebanggaan Washington.

Amir Ali Hajizadeh, Komandan AU Iran mengabarkan kesuksesan Teheran dalam membongkar kode serta sandi MQ-4 Triton. Ini adalah pesan bahwa Iran sudah sampai pada langit tinggi itu. Dan MQ-4 sudah tidak berdaya lagi menghadapi Iran, karena semua rumusannya sudah didapat.

Iran sudah mampu mendeteksi semua pesawat tanpa awak Amerika yang ingin lewat langit Teheran. Bahkan kontrol jarak jauh sudah bisa dilakukan. Ini penuh pesan”, jelas Ahmadian menjawab pertanyaan presenter.

Melhem Raya menganalisa waktu orasi dan pengakuan sang Komandan Angkatan Udara.

“Kabar kesuksesan ini disebar pasca serangan ke Ain al-Assad, yang sekaligus menjadi ajang kemampuan rudal Iran di depan mata Amerika. 15 menit sebelum serangan ke Ain al-Assad, Iran melakukan serangan cyber ke perangkat pesawat tanpa awak Pentagon di Ain al-Assad. Mereka memutus hubungan drone dengan kamar kontrolnya dan diklaim bahwa Amerika kebingungan. Cyber Iran telah menunjukkan taringnya.

Komandan Amir Ali Hajizadeh menyatakan bahwa semua kode MQ-4 sudah didapat dan Iran mampu mengontrolnya dari ribuan kilometer. Pernyataan ini mengandung pesan penting. Iran telah mengembangkan proyek teknologi tandingan pesawat Amerika tersebut. Ini adalah hal paling besar.

Kita masih ingat Lockheed Martin RQ 170 yang masuk wilayah Iran dari perbatasan Afganistan di Timur Iran. Iran mengambil alih pesawat tersebut dan mengontrolnya mendarat dengan selamat. Maka jika Iran sukses mengembanglan teknlogi tandingan, ini sangatlah strategis”, jelas Melhem Raya.

Lalu kenapa Iran baru mengumumkan pasca beberapa bulan?

Ahmadian menjawab, “Perang adalah perang narasi. Amerika mengatakan, serangan Iran kecil. Iran membalas, serangan Iran sangatlah serius hingga menewaskan dan melukai sejumlah prajurit.

Satu berita mengabarkan bahwa drone Iran mengambil foto serangan ke Ain al-Assad. Sangatlah baik jika memang benar terjadi, lalu foto-foto itu diunggah. Dari sisi narasi dan teknologi, Iran benar-benar perang dengan Amerika Serikat. Iran berupaya membuktikan bahwa klaim Amerika hoaks”.

BKSDA Sulteng Buka Sayembara untuk Bebaskan Buaya Berkalung Ban

Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar sayembara berhadiah besar untuk membantu membebaskan seekor buaya dari lilitan ban. Keberadaan buaya dalam kondisi berkalung ban bekas sepeda motor itu diketahui sejak 2016 silam.

Meskipun kemunculannya di permukaan sungai sulit dipastikan, tetapi di tanggul bantaran sungai di jembatan satu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, selalu saja ada masyarakat yang datang untuk melihat keberadaan buaya berkalung ban yang kini menjadi obyek sayembara berhadiah besar ini.

Keberadaannya sempat terlupakan ketika masyarakat dilanda gempa bumi tahun 2018, tetapi publik kota Palu kembali ingat pada nasib buaya malang ini setelah Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah mengumumkan sayembara melepaskan ban dari tubuh buaya itu.

Berbicara kepada VOA, Hasmuni Hasmar, Kepala BKSDA Sulawesi Tengah mengatakan sayembara itu dibuat karena keprihatinan dan sekaligus keinginan banyak pihak, khususnya warga di Kota Palu, agar buaya itu terbebas dari ban yang kini semakin mencengkeram tubuh buaya yang terus besar itu.

 

“Pertama minta dukungan, yang kedua karena keterbatasan saya punya keterbatasan sumberdaya manusia untuk melepaskan ban itu. Kepedulian saya itu buat sayembara,” Kata Hasmuni.

Kepala BKSDA Sulawesi Tengah itu tidak bersedia mengungkapkan nilai dan bentuk hadiah dari sayembara membuka ban dari tubuh buaya itu, tetapi mengatakan sudah mengajak sejumlah ahli buaya, dari dalam maupun luar negeri, tetapi belum membuahkan hasil.

Secara terpisah Wali Kota Palu, Hidayat, menyambut baik segala bentuk upaya demi membantu melepaskan kalung ban dari buaya di Sungai Palu. Harapan yang menurutnya menjadi keinginan warga masyarakat di Kota Palu yang selalu antusias untuk menantikan kemunculan buaya itu dipermukaan.

“Kalau itu buaya muncul lagi di permukaan, itu pasti banyak yang nonton, kadang macet lalu lintas di jembatan. Itu menandakan ada apresiasi, cuma yah belum ada yang punya keahlian untuk menangkap buaya itu,” jelas Hidayat.

BKSDA mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian terakhir diperkirakan setidaknya terdapat 35 ekor buaya di Sungai Palu, satu diantaranya berkalung ban.

Buaya berkalung ban di sungai Palu itu dilaporkan kemunculannya pada 2016 silam. Tidak diketahui bagaimana ban bekas sepeda motor itu bisa terpasang di leher buaya tersebut, tetapi seiring pertumbuhan tubuhnya yang semakin besar, keberadaan ban itu semakin terpasang ketat di bagian leher buaya tersebut

50 Tentara Amerika Gegar Otak Efek Dari Serangan Rudal Iran

Tidak ada yang personel Amerika Serikat (AS) yang tewas selama serangan balasan Iran beberapa waktu yang lalu. Namun 50 tentara AS dilaporkan mengalami gegar otak atau cedera pada otaknya.

Hal itu diketahui berdasarkan data yang dirilis Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon, Selasa (29/1). Dikutip dari AFP, Juru Bicara Pentagon Letnan Kolonel Thomas Campbell mengatakan para tentara didiagnosis cedera otak traumatis (TBI) akibat ledakan rudal dari serangan Iran.

31 tentara dirawat di Irak dan telah kembali bertugas sementara 18 lainnya sedang dievaluasi di Jerman. Sedangkan satu tentara diterbangkan ke Kuwait dan sudah kembali bertugas. Meski demikian, kata dia, jumlah korban masih bisa berubah.

Saat serangan berlangsung, sebagian besar dari total 1.500 tentara AS di pangkalan al-Assad berlindung di dalam bungker. Mereka siaga menyusul sirine peringatan yang berbunyi beberapa waktu sebelumnya.

Presiden Donald Trump menanggapi santai laporan tersebut. Dia mengaku baru mengetahui kabar soal kondisi tentara AS beberapa setelah kejadian. Akan tetapi dia menganggap cedera yang dialami pasukan AS tersebut tidak terlalu serius.

NTSB: Pilot Helikopter Kobe Bryant Berupaya Hindari Lapisan Awan

Tim penyelidik dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (The National Transportation Safety Board/NTSB) mengatakan pilot helikopter yang mengalami kecelakaan dan menewaskan bintang bola basket Kobe Bryant tampaknya berupaya menaikkan helikopter untuk menghindari lapisan awan, sesaat sebelum menabrak lereng bukit.

Jennifer Homendy dari NTSB, Senin (27/1/2020), mengatakan helikopter itu berada sekitar 700 meter di atas permukaan tanah sebelum jatuh dari ketinggian 300 meter ke kawasan perbukitan, di utara Los Angeles.

Petugas lalulintas udara mengatakan pilot menyampaikan pesan bahwa ia harus naik untuk menghindari awan, dan ini merupakan pesan terakhir yang didengarnya dari helikopter itu.

Homendy mengatakan kawasan di mana terdapat puing-puing helikopter itu “sangat luas.”

“Satu bagian ekor berada di bukit, badan helikopter ada di sisi bukit lainnya dan rotor utama terletak sekitar 91 meter di antara keduanya, ujar Homendy. Dia menambahkan bahwa pihaknya mengkaji semua unsur dalam kecelakaan itu, yaitu pilot, helikopter dan lingkungan.

Aturan federal tidak mengharuskan helikopter membawa kotak hitam yang merekam pembicaraan pilot, sebagaimana yang terdapat di pesawat terbang.

Kobe Bryant dan putrinya yang berusia 13 tahun, Gianna, termasuk di antara sembilan orang yang tewas dalam kecelakaan pada Minggu (26/1/2020). Kecelakaan itu mengejutkan dunia olahraga dunia dan membuat para fans dan sesama pemain basket lainnya tak mampu berkata-kata.

Pilot juga tewas bersama pelatih bola basket Orange Coast Collage, John Altobelli. Helikopter itu sedianya sedang menuju ke turnamen bola basket remaja di mana Gianna dijadwalkan bermain.

Kobe Bryant, yang berusia 41 tahun, akan dikenang sebagai salah seorang pemain bola basket profesional terhebat di lapangan. Ia telah bermain bola basket selama 20 tahun di NBA, hampir sebagian besar bersama Los Angeles Lakers, memenangkan lima kejuaraan NBA dan meraih anugrah Most Valuable Player liga itu pada 2008. Ia juga pencetak angka terbanyak keempat sepanjang masa. LeBron James melewatinya ke nomor tiga sehari sebelum kecelakaan itu.

Sebagian prestasi Kobe Bryant antara lain menjadi pemain termuda NBA All Star 1998, ketika baru berusia 19 tahun. Ia juga meraih 81 point game, atau yang kedua tertinggi sepanjang masa serta medali emas dalam Olimpiade 2008 dan 2012.